Tuesday, June 25, 2019

Apakah Anjing dapat Tertular Stress dari sang Pemilik?

JAMES_SEATTLE/FLICKR
Anjing adalah makhluk yang sensitif terhadap emosi manusia. Menurut penelitian terbaru yang dipublish si jurnal Nature Scientific Report, jika sang pemilik stress, anjing peliharaan bisa tertular. Ketika kita stress, hormon cortisol meningkat, dan hormon tersebut bisa dilacak di rambut mamalia. Jadi, pada penelitan tersebut, diambil rambut dari 58 anjing dan pemiliknya. Masing - masing pasangan diberikan pertanyaan mengenai kesehatan mental mereka. Satu -satunya variable yang berkorelasi terhadap tingkat stress dari anjing, adalah tingkat stress dari pemiliknya. Hal ini bisa diartikan bahwa hewan peliharaan bisa tertular neuroses manusia.

sumber : https://www.sciencemag.org/news/2019/06/your-stress-rubbing-your-dog



Polusi Udara, masalah global yang harus diselesaikan secara lokal

Sumber polusi udara

Setiap tahunnya, terdapat 4 juta manusia meninggal karena polusi udara menurut WHO. Pelaku utamanya adalah partikel halus dengan diameter kurang dari 2.5 mm (PM2.5). Partikel ini bisa masuk paru - paru, jantung, dan aliran darah, yang kemudian menyebabkan kanker.

Akan tetapi, sumber dari partikel halus ini berbeda di tiap negara. Sebagai contoh, di sebagian besar area di Asia, PM2.5 ini berasal dari alat masak rumah tangga. Sedangkan, di negara - negara Eropa. sumber terbesar berasal dari emisi agrikultur seperti ammonia. Untuk negaran Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Tengah, debu gurun menjadi pelaku utama. Belum ada penelitian yang menjelaskan sumber apa yang paling berbahaya.

Polusi udara di Zhengzhou, China, Januari 2017, Credit: VCG/Getty
Langkah yang harus dilakukan

Penelitian mengenai polusi udara seharusnya juga berfokus terhadap efek yang ditimbulkan terhadap kesehatan, bukan hanya emisisi dan studi kimia terhadap atmosphere. Hal ini meliputi specialist dari berbagai bidang seperti molecular biology, toxicology, health sciences, dan ekonomi. Peneliti seharusnya membuat ranking tingkat kebahayaan PM2.5 dan meneliti toxicity sample di udara bebas.

Selanjutnya, pengetahuan itu harus diterapkan secara lokal untuk mengatur jenis polusi yang paling berbahay. Sebagai contoh, mereduksi emisi energi rumah tangga mungkin adalah jalan terbaik untuk mengurangi angka kematian prematur di China dan India; dengan demikian, penggantian penggunaan batu bara dengan gas alam di China utara pada musim dingin tahun 2018 bisa dievaluasi. Hal yang sejenis juga dapat diterapkan sebagai pembelajaran terhadap penggunaan energi bersih dan efisien di Amerika Serikat.

Data dari berbagai lokasi dan musim, harus bisa dibagikan secara terbuka untuk membuat global toxicity database.  Database itu juga harus memiliki data kualitas udara tiap daerah. Sebagai contoh, dari sensor bisa didapatakan hububgan antara eksposure polusi terhadap kondisi kesehatan.

Sumber : https://www.nature.com/articles/d41586-019-01960-7

Perkenalan

Hi! Blog ini dibuat untuk memperkaya pengetahuan warga indonesia!

Apakah Anjing dapat Tertular Stress dari sang Pemilik?

JAMES_SEATTLE/FLICKR Anjing adalah makhluk yang sensitif terhadap emosi manusia. Menurut penelitian terbaru yang dipublish si jurnal Nat...